+62 24 8312162

Hot Line Number

+62 24 8446048

Fax

Jl. Sompok Lama no. 62c Semarang

Kantor Pusat

PESERTA bukan Penonton

16 Sep

PESERTA bukan Penonton

Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh, kita yang berusia 60 tahun ke atas, tetap perlu melakukan olahraga ringan secara rutin. Jalan sehat merupakan salah satu olahraga yang dapat kita lakukan.

Perjalanan hidup kita sebagai orang percaya di dunia ini bagaikan kita sedang mengikuti lomba lari maraton yang medannya tidak hanya jalan beraspal, tapi meliputi rumput, tanah padat, semak-semak, sungai, laut, bukit, gunung, dan lembah (Trail Running, Lari Lintas Alam). Peserta lari  pertandingan olahraga lari jarak jauh ini bukan hanya melewati jalan yang datar dan rata, tapi juga harus melewati rute berliku-liku.  Peserta juga akan menempuh jalan yang menanjak, tanjakan terjal, penuh kerikil dan bebatuan, atau juga menyusuri lembah yang curam,   menyeberangi sungai, dan lain-lain.  Tuhan memanggil kita untuk terlibat sebagai peserta  pertandingan bukan hanya sebagai penonton.

Saudara, ada perbedaan mencolok antara peserta dan penonton.  Penonton paling mahir berkomentar, melontarkan kritikan dan hujatan terhadap peserta lomba karena ia hanya menonton, bukan turut bertanding.  Kondisi berbeda harus dialami oleh peserta lomba, ia harus berjuang begitu rupa di gelanggang pertandingan, bermandi peluh dan tak jarang harus mengalami cidera di tengah pertandingan.  Ingatlah bahwa penonton sampai kapan pun tidak pernah berhak mendapatkan medali,  piala, dan atau penghargaan yang lain.  Yang berhak menerima  penghargaan atau hadiah hanya peserta pertandingan! 

Tuhan memanggil kita untuk menjadi peserta “Pertandingan Iman”. Memang, untuk turut ambil bagian dalam pertandingan iman bukanlah perkara mudah, ada harga yang harus dibayar.  Siap atau tidak siap kita akan dihadapkan pada banyak tantangan dan rintangan. Yesus bersabda,  “…banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih.”  (Matius 22:14).  Semoga kita termasuk bilangan yang dipilih.

Ada cukup banyak orang percaya yang menyerah di tengah pertandingan iman dan meninggalkan Tuhan.  Mereka merasa sudah lama mengikut Tuhan tetapi hidupnya tidak mengalami perubahan yang berarti.  Jika motivasi kita dalam mengikut Tuhan hanya fokus pada materi saja,  kita akan kecewa.

Dalam perikop “Roti hidup” di Injil Yohanes, banyak orang berbondong-bondong mencari Tuhan Yesus bukan karena merindukan pribadi-Nya.  “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang.”  (Yohanes 6:26).  Akibatnya ketika apa yang kita harapkan tidak kita dapatkan, maka kita menjadi kecewa, mengeluh dan bersungut-sungut.  Kita tenggelam dalam kesedihan, penyesalan, kekhawatiran, kekecewaan, sakit hati, kebencian, dan kepahitan.  Tuhan Yesus bersabda,  “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”  (Matius 11:28). 

Jangan biarkan beban hidup yang ada menghalangi langkah kita dalam pertandingan iman.  Seberat bagaimana pun tantangan dan rintangannya, kita harus terus berlari dan fokus kepada tujuan,  “… berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.”  (Filipi 3:14), sehingga akhirnya kita dapat berkata,  “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.”  (Filipi 4:13).

Ingatlah! Tanpa memiliki tujuan dan sasaran yang jelas kita takkan sanggup bertekun dalam pertandingan iman.  Begitu ada masalah, penderitaan dan kesukaran kita akan mudah menyerah, kecewa dan mundur. Rasul Paulus berpesan, “Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal.” (1 Timotius 6:12a). GBU & Fam. Better days are coming. (pg)

Leave a Reply