+62 24 8312162

Hot Line Number

+62 24 8446048

Fax

Jl. Sompok Lama no. 62c Semarang

Kantor Pusat

JANJI TUHAN: YA dan AMIN

14 Jan

JANJI TUHAN: YA dan AMIN

Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Salam sehat penuh keyakinan akan janji Tuhan. Sahabat, pengalaman hidup kita bercerita bahwa kita tentu pernah memberi janji dan menerima janji. Pada umumnya, sebagai manusia, kita  mudah  untuk berjanji, namun untuk menepati janji yang sudah kita sampaikan, tentu tidaklah mudah, bahkan kadang mungkin meleset. 

Bagaimana dengan janji  Tuhan?  Alkitab menyatakan bahwa  “Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya,  …”  (2 Petrus 3:9-a) dan  “Janji Tuhan adalah janji yang murni, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah.”  (Mazmur 12:7). 

Karena itu jangan pernah ragu akan janji Tuhan.  Ketika berada dalam pergumulan yang berat jangan pernah putus pengharapan.  Pandanglah Tuhan Yesus dan pegang janji firman-Nya.  Jangan melihat kepada seberapa besar persoalan yang sedang kita hadapi, tetapi lihat dengan mata iman betapa besar kuasa dan kemampuan Tuhan kita karena kuasa-Nya sungguh tak terbatas untuk menolong anak-anak-Nya.

Sahabat, Daud memiliki pengalaman yang luar biasa bersama Tuhan.  Pertolongan, pemulihan, pemeliharaan dan kemenangan senantiasa mengikuti perjalanan hidupnya.  Daud menyadari bahwa semua itu karena campur tangan Tuhan! 

Walaupun demikian, bukan berarti hari-hari Daud bebas dari masalah.  Masa-masa yang sangat sulit juga harus dijalaninya, tapi dia tetap meneguhkan hatinya kepada setiap janji Tuhan.  Daud begitu yakin,  “Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku;  gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.” (Mazmur 23:4).  Ternyata terbukti janji Tuhan itu ya dan amin.

Sahabat, Daud begitu mensyukuri segala yang telah dikerjakan Tuhan dalam hidupnya.  Siapa sangka, anak yang mungkin diabaikan dan diremehkan oleh  keluarganya sendiri, yang hanya ditugaskan untuk menggembalakan  2 – 3 ekor domba di padang, dapat diangkat oleh Tuhan menjadi orang nomor satu di Israel:  Daud dipilih Tuhan untuk menggantikan Saul sebagai raja.  Berikut ungkapan syukur  Daud yang tak terkira,  “Siapakah aku ini, ya Tuhan Allah, dan siapakah keluargaku, sehingga Engkau membawa aku sampai sedemikian ini?”  (1 Tawarikh 17:16). 

Dalam mazmurnya Daud bersaksi,   “Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu,”  (Mazmur 119:11a) dan  “Betapa manisnya janji-mu itu bagi langit-langitku, lebih dari pada madu bagi mulutku.”  (Mazmur 119:103). 

Meski terkadang Tuhan mengizinkan hal-hal buruk  terjadi dalam hidupnya, Daud tetap dapat berkata bahwa Tuhan itu baik.  Ia meyakini bahwa segala yang dirancangkan Tuhan itu baik adanya.  Tuhan menjanjikan perkara-perkara yang baik atas kehidupan umat-Nya.  Memang Dia tidak berjanji bahwa dalam hidup ini tidak ada masalah, namun tangan-Nya senantiasa menuntun kita dan janji-Nya menyelamatkan kita.

Ingatlah! Tidak ada alasan bagi kita untuk tidak bersyukur; tidak ada alasan untuk mengeluh, mengomel, bersungut-sungut, apalagi sampai menyalahkan Tuhan.  Oleh karena itu buanglah semua kekhawatiran dan keputusasaan!  Renungkan firman Tuhan itu siang dan malam, maka iman kita akan berakar kuat di dalam Dia, dan kita pun dimampukan menghadapi segala perkara, “… Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.”  (Filipi 1:6). Tuhan memberkati Saudara dan keluarga. Tuhan selalu punya cara untuk menolong kita. (pg)

Leave a Reply