+62 24 8312162

Hot Line Number

+62 24 8446048

Fax

Jl. Sompok Lama no. 62c Semarang

Kantor Pusat

TUHAN sedang MENCARI RUT-RUT di Zaman Now

21 Nov

TUHAN sedang MENCARI RUT-RUT di Zaman Now

Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Salam sehat dan tetap semangat. Kita bukanlah orang yang sempurna, tetapi kita dapat menjadi orang yang setia. Kita perlu mengikuti jejak Sang Guru Agung yang setia sampai mati bahkan sampai mati di atas kayu salib.

Saudara, dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menjumpai mertua perempuan tidak akur dengan menantu perempuannya, begitu juga sebaliknya. Namun dalam Rut 1:16, kita menjumpai kenyataan yang berbeda, “Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku;” 

Firman Tuhan tersebut  memberikan satu contoh tentang seorang menantu (Rut) yang begitu setia, mengasihi ibu mertuanya (Naomi) dengan segenap hati, padahal suaminya sudah meninggal. Bukankah hal semacam ini langka ditemukan?

Salomo  membeberkan kenyataan, memang tidak mudah mendapatkan kesetiaan dalam diri seseorang, “Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya?” (Amsal 20:6). Tuhan sedang mencari “Rut-Rut” di zaman now. Banyak orang baik hati, tetapi Tuhan mencari lebih daripada itu yaitu orang-orang yang setia.

Saudara, kesetiaan sesorang akan teruji kualitasnya seiring dengan berjalannya waktu. Banyak orang percaya gagal dalam ujian kesetiaan karena: Doanya belum dikabulkan oleh Tuhan, sakitnya tidak kunjung sembuh, belum memperoleh pekerjaan, gagal dalam studi dan sebagainya. Karena berbagai alasan tersebut, mereka tidak lagi setia melayani Tuhan dan sesama. Mereka begitu mudahnya berubah padahal Tuhan Yesus begitu setia mengasihi kita, bahkan sampai mati di kayu salib. Sungguh, kesetiaan seperti barang yang sangat langka dan sulit didapat. Kini, rasa-rasanya telah lenyap orang-orang yang setia dari antara anak-anak manusia (Mazmur 12:2).

Tuhan meminta kita menjadi anak-anak-Nya yang setia. Kesetiaan berbicara tentang keteguhan hati, kepatuhan atau ketaatan.  Kesetiaan membuat seseorang tetap kuat, mampu bersabar dan selalu tabah dalam menanggung beban di dalam hidupnya.  Seberat bagaimanapun tantangannya dan sekecil apapun tugas dan tanggung jawabnya, mari kita lakukan dengan setia.   Jerih lelah kita tidak akan pernah sia-sia, Tuhan selalu memperhitungkannya! (Ibrani 6:10).

Ingatlah! Kita diminta untuk setia dalam melayani. Tuhan telah memperlengkapi kita dengan karunia, talenta, dan bakat, yang harus kita maksimalkan untuk melayani Tuhan dan sesama.  Jadikan  kehidupan kita berbuah. Mari bekerja selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja (Yohanes 9:4). Tuhan memberkati Saudara dan keluarga. Better days are coming. (pg).

Leave a Reply