+62 24 8312162

Hot Line Number

+62 24 8446048

Fax

Jl. Sompok Lama no. 62c Semarang

Kantor Pusat

SATU JAM saja

20 Nov

SATU JAM saja

Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Semoga sehat dan senantiasa dapat menyediakan waktu untuk bersaat teduh setiap hari. Pengalaman hidup saya bercerita, ketika saya sedang diopname di rumah sakit, jarum jam terasa sangat lambat geraknya. Tapi kalau saya sedang sehat, apalagi kalau pekerjaan sedang menumpuk, jarum jam terasa sangat cepat geraknya.

Saudara, sebelum ada pandemi Covid – 19. Saya amati hampir semua orang tampak sibuk dengan aktivitas sehari-hari, serasa berkejar-kejaran dengan waktu.  Bangun pagi sudah disuguhi agenda kerja yang teramat padat di hari itu. 

Akibatnya semua hal dikerjakan serba terburu!  Makan terburu-buru, berangkat ke tempat kerja atau ke tempat belajar terburu-buru karena takut jalanan macet, berdoa terburu-buru, baca Alkitab terburu-buru.   Waktu 24 jam sehari terasa tidak pernah cukup.  Keadaan seperti itu sudah pasti membuat orang tidak bisa hidup tenang, dan tentu saja akan berimbas pada hidup kerohanian kita.

Bila kita mengerjakan segala sesuatu dengan terburu-buru, kapan kita punya waktu untuk bersekutu dengan Tuhan dalam arti yang sebenarnya?  Kapan kita punya waktu untuk membaca, meneliti dan merenungkan firman Tuhan?  Jangan sampai karena terjebak dengan kesibukan sehari-hari lalu kita mengesampingkan perkara-perkara rohani. 

Adalah penting sekali kita menyediakan waktu secara khusus untuk Tuhan setiap hari.  Tuhan bertanya,  “Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku?”  (Matius 26:40b).  SATU JAM saja, melepaskan diri dari kesibukan, untuk bersaat teduh, duduk diam di bawah kaki Kristus:  Berdoa, membaca firman, dan mendengar suara-Nya. Bagaimana jawab Saudara?  Rasul Petrus mengingatkan,  “Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.”  (1 Petrus 4:7). 

Saudara, Daud, sebagai seorang raja, pasti sibuk sekali mengatur pemerintahannya, ia pun pernah mengalami ketakutan dan kekhawatiran, tapi ia tidak pernah melupakan pertolongan dan kebaikan Tuhan.  Karena itu ia paksa jiwanya untuk kembali tenang,  “Kembalilah tenang, hai jiwaku, sebab TUHAN telah berbuat baik kepadamu.”  (Mazmur 116:7).  Sesungguhnya didalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatan kita (Yesaya 30:15).

Untuk dapat melihat kuasa Tuhan dinyatakan dalam hidup,  kita harus bersikap tenang.  Ketenangan akan dapat kita miliki bila kita dapat berdoa dan bersekutu dengan Tuhan.  Hanya dekat Tuhan saja kita akan tenang (Mazmur 62:2).

Ingatlah! Sebagai komunitas orang percaya, kita harus mampu mengendalikan diri  di tengah dunia yang sedang tidak terkendali. Tetaplah tenang, seburuk bagaimanapun keadaan dunia saat ini, semua masih ada dalam kendali Tuhan, Sang Pencipta dan Pemelihara. Tuhan memberkati Saudara dan keluarga. Better days are coming. (pg)

Leave a Reply