+62 24 8312162

Hot Line Number

+62 24 8446048

Fax

Jl. Sompok Lama no. 62c Semarang

Kantor Pusat

Misi Yesus untuk Segala Bangsa

13 Oct

Misi Yesus untuk Segala Bangsa

Sebelum Tuhan Yesus meninggalkan para murid dan kembali ke surga, Ia memberikan tugas misi-Nya kepada mereka. Ini disebut Amanat Agung. Tugas misi ini melibatkan baik gereja, orang percaya, maupun lembaga misi.

            Tugas ini bukan sebuah pilihan, tetapi sebuah perintah  bagi semua orang yang percaya dalam nama Tuhan Yesus. Jadi, semua orang percaya, kamu dan aku, dan gereja-gereja dipanggil untuk melaksanakan tugas misi yang khusus dari Tuhan Yesus. Rencana  dari tugas misi itu adalah supaya jalan Allah dikenal di bumi dan keselamatan-Mu ada di antara segala bangsa (bndg. Mazmur 67:3; Kisah Para Rasul 28:28).

            Bacaan Alkitab kita diambil dari Matius 28:16-20. Ayat 19–20 berkata, “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

Ini bagian-bagian penting dalam tugas misi bagi orang percaya dan gereja-gereja. Namun, di sini hanya ada satu  perintah atau amanat dalam kedua ayat ini, yaitu “jadikanlah semua bangsa murid Yesus”. Bangsa di sini termasuk orang Kamboja, Indonesia, Mongolia, Vietnam, Laos, dan lain-lain.  Amanat  ini menjadi tanggung jawab semua orang percaya.

Frase “Karena itu pergilah…” (ayat 19) berarti setiap orang percaya dipanggil untuk pergi menjadi saksi  Yesus di banyak tempat di dunia ini (bndg.  KPR 1:8). Di kota Yerusalem di wilayah Yudea, orang percaya menerima kuasa Roh Kudus, yang memampukan mereka menjadi saksi  Yesus.

Tugas misi Tuhan Yesus di sini terdiri dari tiga langkah. Pertama, kita harus pergi. Tujuan amanat Yesus adalah bahwa orang percaya dipanggil untuk pergi  ke “semua orang di antara bangsa-bangsa”. Ke mana kita pergi  untuk membawa kabar baik Kristus juga bergantung pada karunia, yang sudah diberikan Allah pada kita. Di sini, kita bisa membawa berita Injil kepada teman-teman, kerabat, tetangga, rekan kerja, atau keluarga kita.

Kedua, kita harus membaptis. Tuhan Yesus meminta kita untuk membaptis sejumlah orang. Mengapa? Sebab baptisan menyatukan  orang percaya dengan Yesus Kristus dalam kematiannya atas dosa dan kebangkitan ke dalam hidup baru. Baptisan melambangkan penyatuan diri dengan Yesus Kristus, penyerahan diri pada-Nya, dan keinginan diri untuk hidup dalam jalan Allah. 

Ketiga, kita harus mengajarkan semua hal yang sudah diperintahkan oleh Yesus untuk ditaati.  Orang percaya mesti berbagi ajaran-ajaran Yesus Kristus dengan orang Kristen baru dan orang lain. Ajaran-ajaran itu meliputi perintah baru tentang kasih (Yohanes 13:34-35), Perjamuan Kudus, baptisan, jalan keselamatan, perdamaian, pengampunan, kewajiban moral kepada Allah dan manusia, hukum baru tentang kehidupan, berdoa, berpuasa, penginjilan, dan lain-lain.   

Kita semua dipanggil  untuk menjawab tugas misi Yesus, yang telah diberikan kepada kita. Bagaimana kita bisa berpartisipasi dalam tugas misi itu? Kita bisa mendoakan pelayanan misi penginjilan di wilayah dan negara manapun, mendukung para misionaris dan hamba Tuhan, ikut terlibat dalam pelayanan misi bersama orang percaya dan hamba Tuhan, mengundang teman-teman atau kerabat untuk berdoa buat pelayanan misi. Memang, melakukan tugas misi Tuhan selalu manise. (Petrus E. Handoyo/pg).

                                  ******

Leave a Reply