+62 24 8312162

Hot Line Number

+62 24 8446048

Fax

Jl. Sompok Lama no. 62c Semarang

Kantor Pusat

KESETIAAN itu MULIA

16 Oct

KESETIAAN itu MULIA

Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Semoga kita semua mempunyai tujuan hidup yang hendak kita capai dan kita tetap setia menjalani proses sampai tercapainya tujuan hidup tersebut. Helen Keller (Penulis dan aktivis politik asal Amerika) berkata, “Kebahagiaan sejati … tidak tercapai melalui kepuasan diri tetapi melalui kesetiaan pada tujuan yang mulia.”

Saudara, hari ini kita akan belajar sedikit tentang Musa. Tugas Musa untuk memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir dan menuju ke Tanah Kanaan, merupakan tugas yang sangat besar dan sangat berat. Dia harus memimpin bangsa Israel yang terkenal tegar tengkuk, keras kepala, suka bersungut-sungut dan banyak tuntutan. 

Itulah tanggung jawab yang harus diemban Musa sebagai pemimpin, yang setiap hari harus menghadapi  situasi yang tidak menyenangkan, karena ulah umat Israel yang dipimpinnya.  Ketika diperhadapkan dengan sedikit kesulitan saja mereka gampang sekali menyalahkan Musa, bahkan Miryam,  saudaranya sendiri, juga mengatai-ngatainya,  “Sungguhkah TUHAN berfirman dengan perantaraan Musa saja? Bukankah dengan perantaraan kita juga Ia berfirman?”  (Bilangan 12:2).

Lalu apakah Musa kemudian menjadi kecewa,  patah arang, lalu lari dari panggilan Tuhan?  Ternyata tidak.  Musa tetap bertahan dan dengan penuh kesetiaan mengerjakan apa yang Tuhan percayakan kepadanya.  Ia setia melayani Tuhan dan umat-Nya selama 40 tahun. 

Adanya tantangan, kesulitan, dan beban yang cukup berat dalam pelayanan membuat Musa semakin bergantung kepada Tuhan dan hidup mengandalkan Dia.  Kesabaran dan ketabahan Musa dalam mengerjakan panggilan Tuhan ini sebagai bukti bahwa ia adalah orang yang setia, “Bukan demikian hamba-Ku Musa, seorang yang setia dalam segenap rumah-Ku.” (Bilangan 12:7)

Saudara, sesungguhnya kesetiaan berbicara tentang keteguhan hati, kepatuhan atau ketaatan.  Kesetiaan membuat seseorang tetap kuat, mampu bersabar dan selalu tabah dalam menanggung beban dan menghadapi tantangan di dalam hidupnya. 

Tugas dan tanggung jawab apa yang Tuhan telah percayakan kepada Saudara saat ini?  Seberat bagaimana  pun tantangannya dan sekecil apa pun tugas dan tanggung jawab itu, mari kita lakukan dengan setia, jangan ada keluh kesah dan persungutan, sebab hanya orang yang setia sampai akhir yang akan memperoleh kemuliaan yang telah Tuhan janjikan.  Jerih lelah kita tidak akan pernah sia-sia, Tuhan selalu perhitungkan!

Ingatlah! Cicero (Filsuf dan orator asal Italia) berkata, “Tidak ada yang lebih mulia, tidak ada yang lebih dihargai dari KESETIAAN.” Selain itu peganglah janji Tuhan berikut, “Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.”  (Wahyu 2:10b). Tuhan memberkati Saudara dengan keluarga. Better days are coming. (pg)

Leave a Reply