+62 24 8312162

Hot Line Number

+62 24 8446048

Fax

Jl. Sompok Lama no. 62c Semarang

Kantor Pusat

TUHAN SANG PENOLONG

10 Sep

TUHAN SANG PENOLONG

Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Saya tahu ada cukup banyak diantara kita yang saat ini sedang menghadapi berbagai masalah hidup. Ada yang sakit, ada yang kehilangan pekerjaan, ada yang kehilangan anggota keluarganya, ada yang usahanya bangkrut, ada yang terkena musibah atau bencana, dan lain-lain. Tapi yakinlah Tuhan kita jauh lebih besar daripada segala masalah yang sedang Saudara hadapi saat ini.

Saudara, Hari-hari yang sedang kita jalani dan hadapi saat ini  adalah hari-hari yang sangat berat, serba tidak menentu dan menekan.  Wajarlah bila ada cukup banyak orang yang  mengeluhkan dan stres. 

Kita perlu menyadari bahwa terus mengeluh tidak akan memberi solusi, karena sesungguhnya selama kita masih bernafas dan kaki kita masih menginjak bumi, kita tidak akan pernah bisa menghindar dari masalah, sakit penyakit, kesukaran, bencana, musibah, atau penderitaan yang bisa datang silih berganti tanpa permisi, tanpa memandang usia atau status sosial. 

Dengan gamblang Alkitab menyatakan bahwa bangsa Israel adalah bangsa yang tegar tengkuk  (Keluaran 32:9).  Mereka mudah sekali melupakan kebaikan Tuhan.  Karena itu mereka perlu selalu diingatkan bahwa tidak ada pertolongan lain selain dari Tuhan, “Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.”  (Mazmur 121:2).

Ayat tersebut biasanya dibacakan ketika umat Israel hendak memulai ibadah di Bait Suci di Yerusalem atau ketika mereka sedang melakukan ziarah ke Bait Allah.  Pernyataan, seruan atau pengakuan yang dibacakan sebelum ibadah dimulai ini disebut votum.  Ini bukan sekadar pernyataan atau pengakuan biasa sebagai pembuka ibadah, melainkan sebuah pengakuan terhadap kemahakuasaan Tuhan.  Seruan atau pernyataan adalah hal penting untuk didengar dan diketahui semua orang bahwa sumber pertolongan itu datangnya dari Tuhan, bukan yang lain.

Bangsa-bangsa yang tidak mengenal Tuhan berusaha mencari pertolongan kepada berhala-berhala, seperti azimat, patung, pohon atau kuburan.  Mereka berpikir bahwa berhala-berhala itu dapat memberikan pertolongan atau solusi untuk setiap masalah yang dihadapi, padahal  “Berhala bangsa-bangsa adalah perak dan emas, buatan tangan manusia, mempunyai mulut, tetapi tidak dapat berkata-kata, mempunyai mata, tetapi tidak dapat melihat, mempunyai telinga, tetapi tidak dapat mendengar, juga nafas tidak ada dalam mulut mereka. Seperti itulah jadinya orang-orang yang membuatnya, semua orang yang percaya kepadanya.”  (Mazmur 135:15-18). 

Mereka juga pergi ke laut atau gunung-gunung untuk mencari perlindungan dan keselamatan.  Hasilnya?  Nihil! Zonk!  Pemazmur membuktikannya:  “Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolonganku?”  (Mazmur 121:1).  Tidak ada pertolongan di gunung-gunung!

Bagi umat Israel pertolongan datang bukan dari laut atau gunung, tetapi dari Tuhan yang adalah pencipta langit dan bumi dan seluruh isinya.  Dengan kata lain, yang menjadi sumber pertolongan umat Israel bukanlah benda-benda mati atau berhala-berhala buatan tangan manusia, tetapi Tuhan yang hidup, Tuhan yang tidak pernah tertidur dan terlelap.  Tuhanlah yang menjadi Penjaga Israel dari sekarang sampai selamanya!

Ingatlah! Marilah bersama dengan Daud, kita sebagai komunitas orang percaya bersaksi: “Pertolongan kita adalah dalam nama TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.”  (Mazmur 124:8). GBU & Fam. Better days are coming. (pg)

Leave a Reply