+62 24 8312162

Hot Line Number

+62 24 8446048

Fax

Jl. Sompok Lama no. 62c Semarang

Kantor Pusat

SAHABAT di Semua MUSIM KEHIDUPAN

11 Sep

SAHABAT di Semua MUSIM KEHIDUPAN

Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Diantara sekian ratus atau sekian ribu orang temanmu, pasti ada beberapa orang yang menjadi sahabatmu. Sydney Smith (Penulis asal Inggris) mengatakan,  “Hidup ini harus diisi dengan banyak persahabatan.  Mengasihi dan dikasihi adalah kebahagiaan terbesar dalam kehidupan.” 

Siapakah sahabat itu? Orang bijak berkata bahwa sahabat itu bukan tentang siapa yang telah lama kamu kenal, tapi tentang siapa yang menghampiri hidupmu dan tidak pernah meninggalkanmu dalam situasi dan kondisi seburuk bagaimana pun. Sedangkan Fiersa Besari (Penulis dan pemusik asal Indonesia berkata, “Sahabat mencarimu ketika yang lain mencacimu. Sahabat merangkulmu ketika yang lain memukulmu.”

Sesungguhnya setiap orang membutuhkan orang lain di dalam hidupnya untuk hidupnya. Adakah di antara saudara yang merasa  tidak membutuhkan orang lain dalam hidup ini?  Atau mungkin ada yang berkata,  “Ah …aku tidak butuh orang lain, karena aku bisa melakukan segala sesuatu sendiri dan punya segala-galanya.” 

Saudara, manusia diciptakan Tuhan sebagai makhluk sosial.  Sekecil apapun aktivitas dalam keseharian kita akan selalu bersentuhan dengan orang lain, Selalu terjalin interaksi dengan orang lain, dengan hadirnya orang-orang di dekat kita.  Di lingkungan tempat tinggal, kita mempunyai tetangga.  Di sekolah, kita menghabiskan banyak waktu dengan teman sekelas untuk belajar, berdiskusi, dan bermain. Di tempat pekerjaan ada rekan-rekan kerja yang bekerjasama. Bahkan di gereja pun kita membangun persekutuan yang erat dengan saudara-saudara seiman lainnya.

Salomo menyatakan,  “Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya.”(Amsal 27:17). Sesungguhnya pembentukan atau pematangan pribadi seseorang itu sangat ditentukan oleh kerelaannya  digosok dan digesek  oleh orang lain.  Melalui persekutuan dengan sesamanya seseorang akan mengalami penajaman-penajaman sebagai proses.  Jadi penajam-penajam kita itu bukanlah dari orang yang jauh, melainkan dari orang-orang yang berada di sekitar kita.  Karena itu  “Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang.”  (Amsal 13:20). 

Dengan siapa kita bergaul dan orang-orang terdekat yang bagaimana itulah yang akan berpengaruh besar dalam perjalanan hidup kita.  Rasul Paulus pun mengingatkan kita,  “Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.”  (1 Korintus 15:33). Kehadiran orang lain dalam hidup kita, entah itu teman atau sahabat adalah sangat penting dan dibutuhkan.

Jika kita rindu memiliki seseorang untuk kita jadikan sebagai sahabat, kita perlu ekstra hati-hati dan harus benar-benar selektif, sebab seorang sahabat bukanlah sekadar teman biasa.  Perjumpaan dengan seorang sahabat bukanlah suatu hal yang secara kebetulan, namun merupakan suatu proses yang penuh pertimbangan, dan hal itu membutuhkan waktu yang tidak singkat.

Ingatlah! Jangan pernah meragukan kasih Tuhan. Dia adalah sahabat sejati.  Bersama Yesus kita sanggup menjalani dan menikmati hari-hari yang ada di depan kita,  karena Dia ada di setiap musim kehidupan.  Kita tidak akan berjalan sendirian menjalani kehidupan ini karena Dia adalah Imanuel, Allah yang menyertai kita, bahkan penyertaan-Nya atas kita sampai kepada kesudahan zaman.  Halleluya!. GBU & Fam. Better days are coming. (pg)

Leave a Reply